Assalamualaikumwrwb. Selamat malam semuanya.. Welcome to Salsa's blog again! Yeaaay..
Gimana ni, apa kabar kalian? Semoga kalian baik-baik aja ya. Semoga Allah selalu membantu apapun yang sedang kalian kerjakan, aamiin. Maka dari itu jangan lupa niatkan apapun yang kalian lakukan karena ridho Allah yaa.. Biar Allah bantu sekaligus berkah! yeay! Hahaha..
Nah, sebenernya besok aku masih ada UAS, dan tugas tinggal 1 namun deadlinenya masih 3 hari lagi. Mau ngerjain bareng temen aja antara besok atau lusa, sekaligus belajar bersama-sama. Padahal ya aku tuh rencananya mau nge-blog kemarin, tapi kemarin gasempet karena hari ini banyak deadline dan UAS. Hmmp. Sampe hampir gak tidur. Untungnya ketiduran.
Terus, aku bingung, aku mau nge-blog tapi mau cerita yang mana dulu. Di kepala banyak banget yang mau di-share. Kira-kira apa yaa.. Hmm. Aha! Hari ini mau cerita tentang hijrah deh. Backsoundnya boleh diganti yang ke agak melow. (gak usah, gak bisa melow tulisanku)
Hijrah.
Satu kata, namun maknanya dalem. Beuuuh.
Apa coba artinya hijrah? Hijrah itu artinya pindah. Dan kalian tau apa yang barusan aku lakukan? Aku barusan hijrah, dari ruang tamu ke kamar kak Gerry. Nyari ruangan yang gak berisik karena di mana-mana berisik aku jadi gak konsen ngetik -___- yang satu belajar sambil ngerekam suaranya, yang satu belajar sambil nyanyi tapi gatau suaranya jelek atau engga karena sambil pake earphone, yang satu lagi nonton. Haaaah pusing. Hahah. *intermezzo*
Oke ulangin ya,
Hijrah itu apa coba?
Secara bahasa term hijrah berasal dari akar kata هـ ج ر yang mengandung dua arti:
1. Memutuskan, misalnya seseorang hijrah meninggalkan kampung halamannya menuju kampung lainnya. Ini berarti ia memutuskan hubungan antara dirinya dengan kampungnya.
2. Menunjukkan pada arti kerasnya sesuatu الهجر الهجير الهاجرة berarti tengah hari di waktu panas sangat menyengat (keras).
Berikut ini kutipan hadist Nabi mengenai hijrah yang bersumber dari Umar bin Khattab yang mendengar langsung dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya.” (Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
Memahami makna terma hijrah dalam hadits di atas, harus kembali memperhatikan pada latar belakang historis disabdakannya hadis tersebut. Al-Zubair bin Bakkar meriwayatkan bahwa hadis tersebut disabdakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika baru saja tiba di Madinah bersama para sahabat. Ternyata dalam rombongannya itu terdapat seorang yang ikut hijrah hanya dengan harapan ingin melamar seorang wanita yang juga ikut berhijrah. Nabi mengetahui hal ini, lalu beliau naik ke atas mimbar dan menyabdakan hadis tersebut. Zainuddin al-Hambali menyebutkan bahwa seorang wanita yang ingin dilamar itu bernama Ummu Qais. Riwayat ini dinilai oleh Yahya Ismail Ahmad sebagai riwayat yang dhaif.
Dengan demikian, hijrah yang dimaknakan sebagai perpindahan dari suatu daerah menuju ke daerah lain tidak hanya sekedar pindah, tetapi harus mempunyai tujuan yang jelas dan didasari oleh motivasi jiwa yang ikhlas. Dilihat dari sisi inilah maka transmigrasi penduduk di Indonesia, misalnya transmigrasi dari Pulau Jawa ke Sulawesi atau ke Sumatera, tidak dapat dikategorikan sebagai hijrah yang dikehendaki dalam perspektif Islam ini, walaupun secara bahasa sudah termasuk karena perpindahan mereka meninggalkan kampung halaman mereka.
Nah, dari kalian semua yang membaca post aku kali ini pasti sudah pernah berhijrah. Aku yakin. Pasti gaada yang gak pernah berhijrah.
Tapi nih ya, kalo aku tanya, "Siapa yang sudah pernah berhijrah karena Allah?" belum tentu semuanya sudah. Dan beruntunglah kalian yang pernah melakukan hal itu. Berarti hidup kalian ada kemajuan, meski sedikit demi sedikit alias secuil. Soal hijrah, aku juga pernah hijrah. Hijrah yang aku lakukan banyak, mulai dari tahap yang paling hina sampe tahap yang sudah mulai lumayan.
Hijrah itu sebenarnya gak susah. Gampang kok. Kalo kamu punya niat besar dalam hati, pasti bisa kok kamu melakukan hijrah. Tapi ada hal yang lebih susah daripada hijrah. yaitu? ISTIQOMAH.
Susah banget. Gak usah jauh-jauh. Siapa yang gak pernah ketinggalan sholat tahajud? Siapa yang gak pernah ketinggalan sholat dhuha? Siapaaa? ...
Susah kan istiqomahnya? Nah. Gapapa. Kita ini manusia. Makhluk yang khilaf dan senantiasa berdosa. Yang penting kita selalu Come Back to Allah. Itulah gunanya sholat wajib kita. Menggugurkan dosa-dosa kecil kita yang kita lakukan setiap hari. Makanya kita gak boleh ketinggalan sholat wajib. Karena kita selalu berdosa, dan gak mungkin bersih dari dosa meski cuma sehari aja.
Hijrah apa sih Sa kamu?
Banyak.. Mulai dari memakai kerudung ke sekolah saja (SD), sampe pake kerudung kalo emang keluar rumah, gak cuma ke sekolah (SD). Lalu, belajar sholat sunnah dhuha dan tahajud semenjak SD karena sangat menginginkan jd siswa SMPN1 Bogor. Dilanjut dengan memperbaiki akhlak kepada adik, kakak dan orangtua ketika mengenal mentoring (SMP). Kemudian berlanjut lagi mengenal kerudung panjang saat dimasukkan kepada grup MP/liqo (SMA). Semua hal yang aku sebutkan barusan muncul dari hati aku sendiri. Bahwa aku ingin berubah mejadi lebih baik karena ingin mendapat ridho Allah.
Kalo dirinci sih aku lebih tertarik menceritakan tentang hijrah aku dalam memperbaiki akhlak dan memakai kerudung panjang. Jadi, waktu SMA kan aku dimasukin ke grup MP (mentoring plus) sedangkan aku masih gaul banget. Baju diketatin, dipendekin, rok ketat, kaus kaki semata kaki, gaya banget deh pokok e. Alay. Terus, aku mikir kan. Apa bedanya kalo aku gini-gini aja, padahal aku udah MP. Udah tau yang baik sama yg buruk yang kayak gimana. Maka dari itu aku mulai memperbaiki akhlak aku, dan itu aku mulai di rumah.
Aku terkenal dengan kejudesan aku di rumah kan. Aku tuh gak pernah lembut sama adek aku. Makanya aku tuh hobinya beranteeeeem mulu. Di suatu hari aku berubah jadi lembutttttt banget. Dan adek aku malah risih "Teh? Teteh sakit? Ihhhh judes kayak biasa aja ih, geli tau liat teteh lembut-lembutin diri gitu" to be honest aku emang galak dan judes, karena dulu aku tomboy pisan. Tapi, lama kelamaan, karena selalu berada di tempat yang menawarkan kebaikan dan kelembutan, aku terbawa lembut dengan sendirinya tanpa harus dibuat-buat. Tapi kalian yang tau aslinya aku, aku emang orangnya blak-blakan dan gak ada lembutnya. Ya kan? Tapi hati aku sudah lembut selembut sutra kok. Hahaha.
Nah, dari situ aku bisa menyimpulkan bahwa KITA BISA KARENA TERBIASA itu adalah benar. Aku bisa berubah karena aku terbiasa di lingkungan yang baik dan menjaga aku dari hal-hal yang buruk. Maka saran aku, jika kalian memang ingin berubah menjadi lebih baik, carilah lingkungan itu dan berbaurlah di sana.
Oya, selain mengubah akhlak aku, aku mengganti style berpakaian aku juga. Aku mulai beli kerudung tebel dan kaus kaki sebetis sendiri ke Al-Amin. Awalnya ibu aku nolak, "kamu kok kayak ibu-ibu sih kerudungnya kepanjangan" tapi lama-kelamaan ibu aku ngerti kok.. Dan malah mendukung aku. Dulu, waktu SMA ghirah aku tinggi banget. Sampe-sampe kata adik aku, "Teteh kalo diliat dari lantai atas gaada badannya, cuman kerudung sama rok. Wkwkwk" itu karena sangking panjangnya hijab aku.
Nah, godaan datang ketika aku sudah memasuki masa kuliah. Setan menghasut aku meninggalkan ke-istiqomahan dengan alasan "Salsa... akhlak kamu kan gak seperti bidadari surga. Malu ah pake kerudung panjang, entar orang lain berekspektasi ketinggian sama kamu"
Padahal kata Teh Lia itu gak boleh, karena itu artinya sombong, karena menolak kebenaran. Astaghfirullah... Sebenernya aku gapernah ninggalin keistiqomahan aku pake kerudung yang menutupi dada. tapi aku meninggalkan gaya berpakaian yang seperti adik aku bilang, yang gaada badannya, cuman ada kerudung sama rok. Tapi yasudahlah, yang penting tetap syar'i, dalam hatiku.
Liat kan? Istiqomah yang susah. Bukan hijrah. Hijrah itu gampang.
Sekarang yang penting kita melakukan segala sesuatu niatnya ibadah kepada Allah. InsyaAllah itu salah satu bentuk hijrah yang MANTAP. Dengan begitu segala yang kamu lakukan akan bermanfaat. Kalo mau ngapa-ngapain ingat Allah. Allah terus, Allah lagi.
Hijrah jangan dibikin sulit. Bisa dimulai dari menghindari kemaksiatan. Karena Allah tidak akan menerima amal manusia yang masih menjalankan kemaksiatan sedangkan dia sadar akan hal itu. Jangan sampai Allah menutupi mata hati kita. Jangan sampai kita merasa biasa saja saat melakukan kemaksiatan.
Semangat semuanya. Semangat yang banyak tugas. Semangat yang lagi UAS. Semoga kita diberi kelancaran ya. Jangan lupa HIJRAH setiap hari. Niatkan demi mendapat SurgaNya Allah :)